Rabu, 20 Februari 2013




BAB I
MEMAHAMI KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

A.    Pengertian Kebutuhan Dasar Manusia
Kebutuhan adalah suatu keadaan yang ditandai oleh perasaan kekurangan dan ingin diperoleh sesuatu yang akan diwujudkan melalui suatu usaha atau tindakan (Murray dalam Bherm, 1996).
Kebutuhan dasar manusia adalah hal-hal seperti makanan, air, keamanan dan cinta yang merupakan hal yang penting untuk bertahan hidup dan kesehatan.
King (1987, dalam Potter, 2005) mengatakan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar manusia berfokus pada tiga sistem yakni, sistem personal, interpersonal, dan sistem sosial.  
Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupuan psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam teori Hirarki, kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar yaitu kebutuhan fisiologis, keamanan, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri (Potter dan Patricia, 1997). Beberapa kebutuhan manusia tertentu lebih mendasar daripada kebutuhan lainnya. Oleh karena itu beberapa kebutuhan harus dipenuhi sebelum kebutuhan lainnya. Kebutuhan dasar manusia seperti makan ,air, keamanan dan cinta merupakan hal yang penting bagi manusia. Dalam mengaplikasikan kebutuhan dasar manusia tersebut dapat digunakan untuk memahami hubungan antara kebutuhan dasar manusia dalam mengaplikasikan ilmu keperawatan di dunia kesehatan. Besarnya kebutuhan dasar yang terpenuhi menentukan tingkat kesehatan dan posisi pada rentang sehat-sakit.
Setiap orang mempunyai kebutuhan dasar yang sama, walaupun masing-masing memiliki latar belakang sosial, budaya, persepsi, dan pengetahuan yang berbeda. Manusia akan memenuhi kebutuhan dasarnya sesuai dengan tingkat prioritas masing-masing. Kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi adalah kebutuhan dasar dengan tingkat prioritas yang paling tinggi/utama. Walaupun kebutuhan dasar umumnya harus dipenuhi,
sebagian dari kebutuhan tersebut dapat ditunda. Adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan dasar, yang dipengaruhi oleh stimulus internal maupun eksternal. Kebutuhan dasar saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Manusia dapat merasakan adanya kebutuhan dan akan beruasaha memenuhinya dengan segera (Asmadi, 2008).

B.     Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Abraham Maslow
Abraham Maslow dilahirkan di Brooklyn, New York, pada tahun 1908 dan wafat pada tahun 1970 dalam usia 62 tahun. Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan).

Hierarki kebutuhan manusia menurut Maslow adalah sebuah teori yang dapat digunakan perawat untuk memahami hubungan antara kebutuhan dasar manusia pada saat  memberikan perawatan. Menurut teori ini,  beberapa kebutuhan manusia tertentu lebih dari pada kebutuhan lainnya; oleh karena itu, beberapa kebutuhan harus dipenuhi sebelum kebutuhan  yang lain. Misalnya, orang yang lapar akan lebih mencari makanan daripada melakukan aktivitas untuk meningkatkan harga diri.
Menurut teori Maslow seseorang yang seluruh kebutuhannya terpenuhi merupakan orang  yang sehat, dan sesorang dengan satu atau lebih kebutuhan yang tidak terpenuhi merupakan orang yang berisiko untuk sakit atau mungkin tidak sehat pada satu atau lebih dimensi manusia.
     Hirarki kebutuhan dasar manusia menurut Maslow meliputi lima kategori kebutuhan dasar, yakni sebagai berikut :
1)      Kebutuhan Fisiologis (Physiologic Needs)
Kebutuhan fisiologis memiliki prioritas tertinggi dalam hirarki Maslow. Seorang yang beberapa kebutuhannya tidak terpenuhi secara umum akan melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan fisiologisnya terlebih dahulu.
Misalnya, seorang yang kekurangan makanan, keselamatan, dan cinta biasanya akan mencari makanan terlebih dahulu daripada mencari cinta.
Kebutuhan fisiologis hal yang penting untuk bertahan hidup. Manusia memiliki delapan macam kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan akan oksigen dan pertukaran gas, kebutuhan cairan dan elektrolit, kebutuhan nutrisi, kebutuhan eliminasi urin dan fekal, kebutuhan istirahat dan tidur, kebutuhan tempat tinggal, kebutuhan temperatur, serta kebutuhan seksual. Penting untuk mempertahankan kebutuhan tersebut guna kelangsungan hidup manusia.
2)      Kebutuhan Keselamatan dan Rasa Aman (Safety and Security Needs)
Keselamatan adalah suatu keadaan seseorang atau lebih yang terhindar dari ancaman bahaya / kecelakaan. Kolcaba (1992, dalam Potter & Perry, 2006) mengungkapkan kenyamanan / rasa nyaman adalah suatu keadaan telah terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan akan ketentraman (suatu kepuasan yang meningkatkan penampilan sehari-hari), kelegaan (kebutuhan telah terpenuhi), dan transenden (keadaan tentang sesuatu yang melebihi masalah dan nyeri). Kenyamanan mesti dipandang secara holistik yang mencakup empat aspek yaitu:
a.       Fisik, berhubungan dengan sensasi tubuh.
b.      Sosial, berhubungan dengan hubungan interpersonal, keluarga, dan sosial.
c.      Psikospiritual, berhubungan dengan kewaspadaan internal dalam diri sendiri yang meliputi harga diri, seksualitas, dan makna kehidupan).
d.      Lingkungan, berhubungan dengan latar belakang pengalaman eksternal manusia seperti cahaya, bunyi, temperatur, warna, dan unsur alamiah lainnya.
Kebutuhan keselamatan dan rasa aman yang dimaksud adalah keselamatan dan rasa aman dari berbagai aspek, baik fisiologis maupun psikologis. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan perlindungan diri dari udara dingin, panas, kecelakaan dan infeksi, bebas dari rasa takut dan cemas, serta bebas dari ancaman keselamatan dan psikologi pada pengalaman yang baru atau tidak dikenal.
Macam-macam bahaya / kecelakaan di rumah :
● Tersedak                  ● Jatuh                        ● Tersiram air panas    ● Jatuh dari jendela/tangga
● Terpotong                ● Luka tusuk/luka gores         ● Luka bakar               ● Tenggelam
● Terkena pecahan kaca          ● Terkunci dalam kamar         ● Jatuh dari sepeda
● Keracunan

Macam-macam bahaya / kecelakaan di Rumah Sakit :
●Mikroorganisme        ●Cahaya          ●Kebisingan    ●Temperatur   ●Kelembaban
●Cedera/jatuh                         ●Kesalahan prosedur  ●Peralatan medik ●Keracunan inhalasi
● Kebakaran               ● Radiasi
Sembilan solusi keselamatan Pasien di RS (WHO, 2007):
1.      Perhatikan nama obat, rupa dan ucapan mirip (look-alike, sound-alike medication names)
2.      Pastikan identifikasi pasien
3.      Komunikasi secara benar saat serah terima pasien
4.      Pastikan tindakan yang benar pada sisi tubuh yang benar
5.      Kendalikan cairan elektrolit pekat
6.      Pastikan akurasi pemberian obat pada pengalihan pelayanan
7.      Hindari salah kateter dan salah sambung slang
8.      Gunakan alat injeksi sekali pakai
9.      Tingkatkan kebersihan tangan untuk pencegahan infeksi nosokomial.
Pencegahan kecelakaan di Rumah Sakit :
1.      Mengkaji tingkat kemampuan pasien untuk melindungi diri sendiri dari kecelakaan
2.      Menjaga keselematan klien yang gelisah selama berada di tempat tidur
3.      Menjaga keselamatan klien dari infeksi dengan mempertahankan tehnik aseptik
4.      Menjaga keselamatan klien yang dibawa dengan kursi roda.
Menghindari kecelakaan:Mengunci roda kereta dorong saat berhenti, tempat tidur dalam keadaan rendah dan ada penghalang pada pasien yang gelisah,bel berada pada tempat yang mudah dijangkau, kereta dorong ada penghalangnya.
5.      Mencegah kecelakaan pada pasien yang mengunakan alat listrik misal;suction, kipas angin, dan lain-lain.
6.      Mencegah kecelakaan pada klien yang menggunakan alat yang mudah meledak seperti; tabung oksigen
7.      Memasang label pada obat, botol,dan obat-obatan yang mudah terbakar
8.      Melindungi semaksimal mungkin klien dari infeksi nosokomial seperti penempatan klien terpisah antara infeksi dan non-infeksi 
9.      Mempertahakn ventilasi dan cahaya yg adekuat
1.  Mencegah terjadinya kebakaran akibat pemasangan alat bantu penerangan
11.  Mempertahankan kebersihan lantai ruangan dan kamar mandi
12.  Menyiapkan alat pemadam kebakaran dalam keadaan siap pakai dan mampu menggunakannya
13.  Mencegah kesalahan prosedur ; identitas klien harus jelas. 
3)      Kebutuhan Rasa Cinta, Memiliki, dan Dimiliki (Love and Belonging Needs)
Manusia pada umumnya membutuhkan perasaan bahwa mereka dicintai oleh keluarga mereka dan diterima oleh teman sebaya dan masyarakat. Kebutuhan ini secara umum meningkat setelah kebutuhan fisiologis dan keselamatan terpenuhi hanya pada saat individu merasa selamat dan aman, mereka mempunyai waktu dan energi untuk mencari cinta dan rasa memiliki serta untuk membagi cinta tersebut dengan orang lain. Kebutuhan ini meliputi memberi dan menerima kasih sayang, perasaan dimiliki dan hubungan yang berarti dengan orang lain, kehangatan, persahabatan, serta mendapat tempat atau diakui dalam keluarga, kelompok dan lingkungan sosialnya.
4)      Kebutuhan Harga Diri (Self Esteem Need)
Harga diri menggambarkan sejauhmana individu tersebut menilai dirinya sebagai orang yang memeiliki kemampuan, keberartian, berharga, dan kompeten. Kebutuhan ini meliputi perasaan tidak bergantung pada orang lain, kompeten, serta penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain.
5)      Kebutuhan Aktualisasi Diri (Need for Self Actualization)
Kebutuhan ini meliputi kemampuan untuk dapat mengenal diri dengan baik (mengenal dan memahami potensi diri), belajar memenuhi kebutuhan sendiri – sendiri, tidak emosional, mempunyai dedikasi yang tinggi, kreatif, serta mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dan sebagainya.
Ciri-ciri pribadi yang sehat menurut Abraham maslow:
1.      Menerima realitas secara tepat
2.      Menerima diri dan orang lain apa adanya
3.      Bertidak secara spontan dan alamiah, tidak dibuat-buat
4.      Memusatkan pada masalah-masalah bukan pada perseorangan
5.      Memiliki kekuasaan dan tidak bergantung pada orang lain
6.      Memiliki ruang untuk diri pribadi
7.      Menghargai dan terbuka akan pengalaman-pengalaman dan kehidupan baru
8.      Memiliki pengalaman-pengalaman yang memuncak
9.      Memiliki identitas sosial dan minat sosial yang kuat
10.  Memiliki relasi yang akrab dengan beberapa teman
11.  Mengarah pada nilai-nilai demokratis
12.  Memiliki nilai-nilai moral yang tangguh
13.  Memiliki rasa humor yang tinggi
14.  Menemukan hal-hal baru, ide-ide segar, dan kreatif
15.  Memiliki integritas diri yang total
Konsep diri terdiri dari  5 komponen :
a. Gambaran diri
Sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar dan tidak sadar (Stuart dan Sundeen, 1991). Sikap tersebut mencakup: persepsi dan perasaan tentang ukuran dan bentuk, fungsi, penampilan dan potensi tubuh saat ini dan masa lalu. Setiap perubahan tubuh akan berpengaruh terhadap kehidupan individu. Gambaran diri berhubungan erat  dengan kepribadian,cara individu memandang diri berdampak penting pada apek pisikologinya,individu yang berpandangan realistik terhadap diri,menerima,menyukai bagian tubuh akan memberi rasa aman,terhindar dari rasa cemas,dan meningkatkan harga diri individu yang stabil,realistis dan konsisten terhadap gambaran diri akan memiliki kemampuan yang mantap terhadap realisasi sehingga memacu sukses dalam hidup.
b. Ideal Diri
Persepsi individu tentang bagaimana ia harus berprilaku sesuai dengan standart pribadi (Stuart dan Sundeen, 1991). Standart tersebut berhubungan dengan tipe orang, tentang yang di inginkan, sejumlah aspirasi, cita-cita,nilai yang ingin di capai. Ideal diri berpengaruh terhadap perwujudan dan cita-cita,harapan pribadi berdasarkan norma social (keluarga, budaya) dan kepada siapa ia ingin lakukan.
c. Harga Diri
Pengertian harga diri secara bahasa adalah kehormatan-diri, orang yang  memiliki harga diri bagus adalah orang yang mengalami hubungan yang positif, punya perasaan positif, serta penilaian yang bagus terhadap dirinya (self concept), sehingga akan melahirkan sikap dan tindakan yang positif, terpuji dan terhormat.
d. Peran         
Peran merupakan pola sikap, perilaku, nilai dan tujuan yang di harapkan dari seseorang berdasarkan posisinya di masyarakat. Peran yang baik adalah peran yang tak menyalahi aturan yang benar, memenuhi kebutuhan dan sinkron dengan ideal diri.

e. Identitas
Menurut Stuart dan Sundeen (1991), identitas adalah kesadaran akan diri yang bersumber dari obsesi dan penilaian yang merupakan sistesa dari semua aspek konsep diri sebagai suatu kesatuan yang utuh
Ciri-ciri individu dengan perasaan yang identitas positif dan kuat:
a.    Memandang diri berbeda dengan orang lain, unik dan tidak ada duanya.
b.    Memiliki kemandirian, mengerti dan percaya diri, yang timbul dari perasaan berharga, berkemampuani suatu kesela dan dapat menguasai diri.
c.    Mengenal diri sebagai organisme yang utuh dan terpisah dari orang lain .
d.   Mengakui jenis kelamin sendiri.
e.    Memandang berbagai aspek dalam dirinya sebagai suatu keselarasan.
f.     Menilai diri sendiri sesuai dengan penilaian masyarakat.
g.    Menyadari hubungan masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang.
h.    Mempunyai tujuan yang bernilai, yang dapat di realisasikan.

 
Untuk beralih ke tingkat kebutuhan yang lebih tinggi, kebutuhan dasar di bawahnya harus terpenuhi dulu. Artinya, terdapat sesuatu jenjang kebutuhan yang “lebih penting” yang harus dipenuhi sebelum kebutuhan yang lain dipenuhi. Sebagai contoh, jika kebutuhan fisiologis seseorang seperti makan, cairan, istirahat, dan lain sebagainya belum terpenuhi, tidak mungkin baginya untuk memenuhi kebutuhan harga diri atau aktualisasi diri dengan mengabaikan kebutuhan yang pertama.




C.    Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Dasar Manusia
Kebutuhan dasar manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut :
  1. Penyakit.
    Adanya penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan kebutuhan, baik secara fisiologis maupun psikologis, karena beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan kebutuhan lebih besar dari biasanya.
  2. Hubungan Keluarga.
Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya, merasakan kesenangan hidup, tidak ada rasa curiga, dan lain-lain.
  1. Konsep Diri.
Konsep diri manusia memiliki peran dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Konsep diri yang positif memberikan makna dan keutuhan bagi seseorang. Konsep diri yang sehat menghasilkan perasaan positif tentang diri. Orang yang merasa positif tentang dirinya akan mudah berubah, mudah mengenali kebutuhan dan mengembangkan cara hidup yang sehat, sehingga mudah memenuhi kebutuhan dasarnya.
  1. Tahap Perkembangan.
Sejalan dengan meningkatnya usia, manusia mengalami perkembangan. Setiap tahap perkembangan tersebut memiliki kebutuhan dasar yang berbeda, baik kebutuhan psikologis, biologis, sosial, maupun spiritual, mengingat berbagai fungsi organ tubuh juga mengalami proses kematangan dengan aktivitas yang berbeda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar